Skip to main content
Search
bahasa lain:

Seruan - Solidaritas internasional untuk masyarakat Torobulu, Sulawesi Tenggara, Indonesia, yang terkena dampak pertambangan nikel dan dikriminalisasi

tandatangani sampai 30 Nov 2024

Kepada Otoritas Indonesia

Dua Warga Pejuang Lingkungan dan HAM terdampak oleh pertambangan nikel, Ibu Haslilin dan Andi Firmansyah, dikriminalisasi

Untuk menyediakan nikel bagi industri otomotif, perusahaan pertambangan PT Wijaya Intan Nusantara Mining (PT WIN), yang dimiliki oleh Frans Salim Kalalo, mengerukan ore nikel hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari pemukiman warga Torobulu dan sangat dekat dengan jalan poros. Hal ini menyebabkan debu tebal yang terus menerus beterbangan di atas pemukiman penduduk. Dua sumber mata air warga yang telah rusak, tanaman padi menjadi rusak apabila di musim hujan. Warga memprotes karena tidak ingin peristiwa longsor terulang. Terlepas dari promosinya untuk transisi energi di negara-negara utara, pertambangan nikel memiliki dampak negatif yang parah terhadap ekonomi lokal.

Karena jarak yang dekat dengan pemukiman warga dan dampak lingkungan yang ditimbulkan, warga Torobulu, kepala desa dan Pak camat telah menyepakati dalam sebuah pertemuan dengan perusahaan bahwa penambangan harus dihentikan, namun hal ini tidak dipatuhi oleh perusahaan.

Ibu Haslilin (30) dan Andi Firmansyah (41) bersama warga lainnya mendatangi satu unit excavator PT. WIN pada 6 November 2023 lalu. Kedatangan mereka bertujuan untuk mengetahui aktivitas pertambangan tersebut yang berdampak negatif terhadap kedidupan warga Torobuli sesuai dengan regulasi atau tidak.

Anehnya, kedua orang yang disebutkan di atas telah dipanggil dua kali secara tertulis oleh Kejaksaan Negeri Kendari, Direktorat Penyidikan Khusus. Mereka dituduh "merintangi atau mengganggu kegiatan Usaha Pertambangan sesuai Pasal 162 UU Minerba jo Pasal 55 KUH Pidana".

Dalam proses upaya kriminalisasi yang terus berlangsung, di depan Polda Sultra, warga ikut menyuarakan bagaimana kondisi di Torobulu yang terus berhadapan aktivitas tambang. Pada tanggal 12 Juni 2024, ratusan warga Torobulu melakukan aksi protes di depan Polda Sultra. Hal ini sebagai respon atas upaya kriminalisasi dua orang Warga Torobulu yang diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kendari.

Muhammad Ansar, pengacara LBH Makassar yang mewakili tim hukum Ibu Haslilin dan Andi Firmansyah, menerangkan:

“Termaktub dalam Konstitusi ditegaskan bahwa setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia. Sebenarnya, di UU 32/2009 pada pasal 66 sudah sangat jelas menyebutkan bahwa setiap orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata. Karena itu kami menilai penetapan tersangka terhadap dua pembela lingkungan hidup dan HAM membahayakan partisipasi publik dan hak konstitusional yang disebutkan di atas."

“Kami menilai, penggunaan Pasal 162 UU Minerba oleh PT WIN memiliki tujuan jahat, yaitu untuk membungkam warga Torobul. Karena itu, kami menghimbau aparat Penegak Hukum, Kejaksaan dan Pengadilan agar tetap menjaga marwah hukum dengan tidak mempidanakan Ibu Haslilin dan Pak Andi Firmansyah.

Sebagai bentuk solidaritas untuk Ibu Haslilin dan Andi Firmansyah, Aliansi Sulawesi – Selamatkan Hutan Hujan - Yes to Life No to Mining menyerukan kepada organisasi-organisasi di belahan dunia lainnya untuk bergabung dalam solidaritas dengan mengisi formulir sederhana yang berisi nama organisasi Anda, negara, dan email (yang terakhir tidak akan dipublikasikan), sebelum tanggal 15 Juli 2024.

Tuntutan masyarakat Torobulu, Sulawesi Tenggara (Indonesia):

1. Hentikan upaya kriminalisasi terhadap pejuang lingkungan dan HAM Andi Firmansyah dan Ibu Haslilin dan warga desa Torobulu lainnya.

2. Kembalikan Hak Nelayan Desa Torobulu.

3. Hentikan Kerusakan Lingkungan segara.

4. Memulihkan ruang hidup warga Torobulu dan ekosistem Torobulu.

5. Cabut IUP PT. WIN.

TESTIMONI

“Sebelumnya sudah ada disepakati agar masing–masing pihak menahan diri, jangan ada aktivitas penambangan dulu. Kedatangan kami itu mau tahu, apakah kegiatan penambangan yang dilakukan sesuai regulasi. Penambangan itu sangat dekat di pemukiman warga. Pada pertemuan itu ada Pak Desa, Pak Camat dan warga Torobulu”, ungkap Andi Firmansyah.

“Kami datang itu bukan untuk menahan, tapi untuk mempertanyakan, kenapa ada aktivitas, padahal sudah ada kesepakatan sebelumnya agar masing–masing pihak menahan diri, tetapi perusahaan dibelakang warga justru melakukan aktifitas. Kami tidak ingin ada lagi longsor, sumber mata air kami menjadi rusak dan debu yang masuk ke rumah-rumah kami yang selama ini sudah kami rasakan karena aktivitas pertambangan itu”, tambah Haslilin.

“Sangat aneh jika Ibu Haslilin dan Andi Firmansyah ini diproses hukum, akan muncul pertanyaan, hukum itu untuk siapa? Andi Firmansyah dan Ibu Haslilin seharusnya dilindungi, bukan dipidanakan, karena apa yang dilakukan merekabersama warga Torobulu lainnya itu adalah upaya untuk melindungi lingkungan dan mempertahankan ruang hidupnya dari ancaman pertambangan“, Andi Rahman, Direktur Walhi Sultra menyampaikan.

"Masyarakat Torobulu harus membayar harga untuk pertambangan. Kerusakan lingkungan di sekitar pemukiman Torobulu semakin meningkat dan semakin nyata. Jika pertambangan terus berlanjut dengan laju yang sama, mereka dapat menghitung hari sampai mereka perlahan-lahan tersingkir dari komunitas mereka," kata Guadalupe Rodriguez dari Selamatkan Hutan Hujan dan Yes to Life No to Mining. Dia berpartisipasi dalam Toxic Tour yang diselenggarakan untuk mempelajari dampak pertambangan nikel di Sulawesi pada akhir tahun lalu.




penandatangan

  1. Aceh Wetland Foundation, Indonesia
  2. AidWatch Australia, Australia
  3. Alliansi Sulawesi, Indonesia
  4. AMAN MALUKU, Indonesia
  5. AMAN Tano Batak, Indonesia
  6. Apel green aceh, Indonesia
  7. Articulação Internacional dos Atingidos pela Vale AIAAV, Brasil
  8. Asia Pacific Network for Environment Defenders, Filipina
  9. Associação Unidos em Defesa de Covas do Barroso, Portugal
  10. Bios Iguana A. C., Meksiko
  11. CELIOS, Indonesia
  12. Center for Sustainable Community Development (SCODE), Vietnam
  13. Chile Sin Ecocidio, Cile
  14. civil society women Organization, India
  15. Coal Action Network, Inggris Raya
  16. COALITION AGAINST LAND GRABBING, Filipina
  17. Colectivo Voces Ecológicas COVEC, Panama
  18. Comité Ambiental en Defensa de la Vida, Kolombia
  19. Communities Against the Injustice of Mining (CAIM), Irlandia
  20. Community Development Trust, India
  21. Comunalisis, Ekuador
  22. Defensa y Conservación Ecológica de Intag, Ekuador
  23. denkhausbremen, Jerman
  24. Earth Thrive, Inggris Raya
  25. Extinction Rebellion Serbia, Serbia
  26. FLIGHT: Protecting Indonesia’s Birds, Indonesia
  27. Forum Ökologie & Papier, Jerman
  28. Forum peduli gunung layung, Indonesia
  29. FORUM PENJAGA HUTAN DAN SUNGAI HARIMAU PINING, Indonesia
  30. Forum Petani Plasma Buol, Indonesia
  31. Frente Nacional Antiminero, Ekuador
  32. Global Witness, India
  33. Green Youth Movement, Indonesia
  34. Humanity Institute, Myanmar (Burma)
  35. Igapo Project, Prancis
  36. Indigenous Peoples Movement for Self-Determination and Liberation (IPMSDL), Filipina
  37. Inishowen anti mining, Ireland, Irlandia
  38. Inisiasi Masyarakat Adat (IMA), Indonesia
  39. JARINGAN ADVOKASI TAMBANG SULAWESI TENGAH ( JATAM SULTENG ), Indonesia
  40. JusticeMakers Bangladesh (JMBD), Bangladesh
  41. JusticeMakers Bangladesh in France(JMBF), Prancis
  42. Kalikasan People’s Network for the Environment, Filipina
  43. Kaoem Telapak, Indonesia
  44. Kedai JATAM, Indonesia
  45. Klima Action Malaysia (KAMY), Malaysia
  46. Link-AR Borneo, Indonesia
  47. London Mining Network, Inggris Raya
  48. Melbourne Rainforest Action Group, Australia
  49. Merdeka West Papua Support Network, Australia
  50. Mesembau Mendiaga Nusa, Indonesia
  51. Mining Injustice Solidarity Network, Kanada
  52. Mother Earth, Kanada
  53. National Indigenous Women Forum, Nepal
  54. National Indigenous Women Fourm, Nepal
  55. Observatorio Plurinacional de Salares Andinos OPSAL, Cile
  56. OMASNE, Ekuador
  57. PERKUMPULAN HIJAU JAMBI, Indonesia
  58. Ponlok Khmer Organization, Kamboja
  59. PowerShift e.V., Jerman
  60. Rainforest Information Centre, Australia
  61. Rainforest Rescue/ Rettet den Regenwald, Jerman
  62. Rettet den Regenwald - Schweiz, Swiss
  63. Rights of Nature Donegal., Irlandia
  64. S.E.N.T. Saving the Environment of Navan Townlands., Irlandia
  65. Salva la Selva, Spanyol
  66. Sarawak Dayak Iban Assiocation (SADIA MUKAH), Malaysia
  67. Satya Bumi, Indonesia
  68. Save Inis Eoghain From Mining, Irlandia
  69. Save Our Borneo, Indonesia
  70. Save Our Sperrins, Irlandia
  71. Selamatkan Hutan Hujan, Indonesia
  72. Si a la Vida, No a la Mineria, Kolombia
  73. Sikola Mombine, Indonesia
  74. Sindh Human Rights Defenders Network (SHRDN), Pakistan
  75. Snowchange Cooperative, Finlandia
  76. Stiftung Asienhaus, Jerman
  77. Surco Comun, Ekuador
  78. Tesla den Hahn abdrehen, Jerman
  79. THE ALLIANCE OF PASTORALISTS FROM AURUNCI AND CIOCIARIA, Italia
  80. The Gaia Foundation, Inggris Raya
  81. Trend Asia, Indonesia
  82. Unir en Haití, Meksiko
  83. Urai uni, Indonesia
  84. Vikas Adhyayan Kendra, India
  85. WALHI NTT, Indonesia
  86. WALHI PAPUA, Indonesia
  87. WALHI Sumatera Utara, Indonesia
  88. Yayasan Pendidikan Lingkungan, Indonesia
  89. Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, Indonesia
  90. Yes to Life No to Mining, Inggris Raya
  91. Youth Advocates for Climate Action Philippines, Filipina